Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengintensifkan pengawasan arus kendaraan di ruas tol fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) menjelang Operasi Ketupat 2026. Pemantauan ini mengandalkan teknologi maju dengan mengoptimalkan penggunaan ETLE Drone Patrol Presisi.
Strategi ini merupakan bagian dari penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi modern guna memastikan distribusi kendaraan di jalur strategis yang menghubungkan kawasan Bogor hingga Sukabumi berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Ruas Tol Bocimi memegang peranan vital sebagai koridor alternatif selain jalur arteri nasional. Tol ini tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat bagian selatan.
Pemantauan dilakukan atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dengan koordinasi Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal dan dukungan teknis dari Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Sinergi antarunit ini menjamin monitoring yang sistematis, presisi, dan terintegrasi dalam sistem informasi lalu lintas nasional.
Melalui penerbangan ETLE Drone Patrol Presisi di sepanjang segmen tol, petugas mendapatkan gambaran visual menyeluruh terkait kondisi arus kendaraan. Pemantauan mencakup identifikasi volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, kepadatan di titik kritis seperti simpang susun, titik pertemuan jalur, serta akses masuk dan keluar tol. Perspektif udara memungkinkan pemetaan real-time dengan cakupan luas yang tidak optimal dilaksanakan dari darat.
Selain mengamati pergerakan kendaraan, kegiatan ini juga mengevaluasi kesiapan infrastruktur pendukung di jalur fungsional, meliputi penempatan rambu sementara, pengamanan pembatas jalan, kondisi marka, pencahayaan, serta kesiapan rest area atau titik pemberhentian darurat. Semua elemen tersebut penting untuk memastikan jalur fungsional aman dan optimal digunakan masyarakat.
Data visual dan informasi lapangan hasil ETLE Drone Patrol selanjutnya dianalisis sebagai dasar perencanaan manajemen lalu lintas. Dengan dukungan teknologi, potensi perlambatan atau penumpukan kendaraan dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah antisipatif dapat disiapkan secara cepat dan tepat bila diperlukan.
Pendekatan berbasis udara ini juga memperkuat sistem monitoring adaptif terhadap dinamika arus di lapangan. Fluktuasi kendaraan pada akhir pekan atau periode peningkatan mobilitas dapat terpetakan secara komprehensif sehingga distribusi arus antara jalur tol dan arteri tetap seimbang.
Optimalisasi pemantauan di Tol Bocimi menegaskan komitmen Korlantas Polri dalam mendorong transformasi digital bidang lalu lintas. ETLE Drone Patrol Presisi bukan hanya alat teknologi, melainkan instrumen strategis dalam menghadirkan sistem monitoring modern yang profesional, transparan, dan berbasis data.
Sumber ; Korlantas Polri










