Jakarta – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mendapat respon positif dari masyarakat. Survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 79,8 persen. Angka ini sejalan dengan penurunan kecelakaan lalu lintas dan fatalitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyatakan dalam rilis resmi pada Selasa (7/4/2026) bahwa sebagian besar responden menilai penyelenggaraan mudik tahun ini lebih baik, khususnya terkait aspek keselamatan.
Data dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri turut menunjukkan penurunan signifikan angka kecelakaan pada 13-29 Maret 2026. Jumlah kecelakaan turun sekitar 5,75 hingga 6,31 persen menjadi 3.517 kasus secara nasional. Penurunan juga tercatat pada angka fatalitas, dengan korban meninggal turun drastis antara 30,89 sampai 31,19 persen, serta korban luka berat berkurang sebesar 13,8 persen.
Keberhasilan ini didukung berbagai strategi yang diterapkan, seperti rekayasa lalu lintas melalui sistem one way dan contraflow, peningkatan pengawasan di lapangan, optimalisasi transportasi umum yang melayani hingga 147,55 juta pemudik, serta kebijakan work from anywhere (WFA).
Meski begitu, kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor masih menjadi yang terbanyak, khususnya di jalur arteri. Hal ini menjadi perhatian penting untuk evaluasi ke depan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026. “Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder, mulai dari Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas arahan dan keterlibatan langsung dalam memastikan kelancaran pengamanan arus mudik dan balik. “Atas arahan dan kehadiran langsung Bapak Kapolri di lapangan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal dan mampu menekan angka kecelakaan serta fatalitas secara signifikan,” tambahnya.
Data tersebut merupakan laporan awal yang dikumpulkan oleh Korlantas Polri bersama Jasa Raharja selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Informasi ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas secara berkelanjutan.











