Jakarta — Kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 tidak hanya diukur dari minimnya kemacetan kendaraan di jalan raya. Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga tercermin dari pengalaman pemudik yang merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan terkendali.
Sejumlah pemudik mengungkapkan perjalanan mereka tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rosi dari Semarang yang menuju Cikupa menyatakan, “Dari berangkat sampai pulang lancar, tidak ada kendala. Bahkan lebih nyaman dibanding tahun sebelumnya.” Adrian, pemudik asal Solo menuju Jakarta, menambahkan, “Pas kena one way, alhamdulillah lancar. Tidak ada kemacetan berarti.”
Pengalaman ini memperlihatkan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Korlantas Polri efektif secara teknis sekaligus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran Korlantas Polri atas keberhasilan mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Menurutnya, keberhasilan ini berkat kerja keras seluruh personel di lapangan serta sinergi lintas sektor yang berjalan optimal. Kapolri menilai pengelolaan arus mudik tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas dalam sistem, koordinasi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III, Habiburokhman, menyampaikan, “Ini adalah capaian yang sangat baik. Angka kecelakaan bisa ditekan, artinya strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan sangat efektif.” Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 2 April 2026.
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN), Raden Mas Agus Rugiarto atau Agus Flores, memberikan pujian tinggi terhadap kinerja Polri dalam pengelolaan arus mudik tahun ini. Di Gorontalo pada Minggu, 29 Maret 2026, ia menyatakan, “Saya sangat bangga dengan kinerja Polri. Mudik tahun ini terasa sangat lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Yang paling krusial, angka kecelakaan menurun hingga 7,8 persen dibanding tahun lalu.” Agus Flores menilai keberhasilan tersebut sebagai indikator nyata efektivitas pengamanan di lapangan. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada jajaran Korlantas Polri yang mampu mengatasi jalur rawan macet secara taktis dan humanis, mengatakan, “Penanganan jalur utama dilakukan sangat matang sehingga kepadatan bisa terurai dengan cepat.”
Persatuan Pelajar Intelektual (PPI) pun menyambut baik penurunan angka kecelakaan selama mudik dan balik. Mereka menegaskan hal tersebut sebagai tanda peningkatan kinerja dan koordinasi di lapangan. PPI dalam keterangannya menyatakan, “Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dan koordinasi yang baik. Kami mengapresiasi langkah strategis Kakorlantas Polri dan jajaran.”
Sementara itu, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Benny Ario, menyambut positif arahan Kakorlantas Polri yang menekankan pendekatan humanis untuk petugas lapangan. Menurut Benny, instruksi agar personel Tim Urai menampilkan sosok polisi lalu lintas yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan publik.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa seluruh strategi yang diterapkan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Ia menjelaskan, “Kami tidak hanya mengatur lalu lintas, tapi memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, dan bermakna.” Menurut Agus, keberhasilan Operasi Ketupat diukur bukan hanya dari kelancaran arus kendaraan, namun juga dari pengalaman positif masyarakat selama perjalanan.
Mudik Lebaran merupakan momen emosional bagi masyarakat Indonesia. Ketika perjalanan terasa aman, nyaman, dan lancar, mudik menjadi pengalaman yang berkesan. Operasi Ketupat 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya dilihat dari angka atau sistem, tetapi dari apa yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sinilah keberhasilan sesungguhnya terlihat.









