Site icon polwanterkini.com

Arus Balik Lebaran 2026 Lancar, Rekayasa Lalu Lintas Korlantas Polri Tuai Apresiasi

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho

Jakarta — Kelancaran arus balik Lebaran 2026 dirasakan oleh para pemudik yang kembali menuju wilayah Jabodetabek. Penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, hingga one way nasional dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Operasi Ketupat 2026 yang digelar Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri pun mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Kinerja Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama jajaran dinilai berhasil menjaga arus mudik dan balik Lebaran tetap aman, tertib, dan lancar.

Rekayasa Lalu Lintas Dinilai Efektif

Strategi pengaturan lalu lintas berbasis data menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus kendaraan tahun ini. Penerapan skema contraflow, one way sepenggal, hingga one way nasional terbukti mampu mengurai kepadatan di sejumlah titik krusial.

Langkah tersebut dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan volume kendaraan dan kondisi lalu lintas di lapangan secara real-time.

Apresiasi dari Berbagai Kalangan

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN), Raden Mas Agus Rugiarto, S.H., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Polri dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026.

Dalam keterangannya di Gorontalo, Minggu (29/3/2026), pria yang akrab disapa Agus Flores ini menilai pengelolaan arus mudik tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya sangat bangga dengan kinerja Polri. Mudik tahun ini terasa sangat lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Yang paling krusial, angka kecelakaan menurun hingga 7,8 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi indikator nyata efektivitas pengamanan yang dilakukan di lapangan.

Agus Flores juga memberikan apresiasi khusus kepada jajaran Korlantas Polri yang dinilai mampu menangani jalur-jalur rawan macet secara taktis dan humanis.

“Penanganan jalur utama dilakukan sangat matang sehingga kepadatan bisa terurai dengan cepat,” tambahnya.

Penurunan Angka Kecelakaan

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Persatuan Pelajar Intelektual (PPI). Mereka menilai penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan balik menjadi bukti peningkatan kinerja dan koordinasi di lapangan.

“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dan koordinasi yang baik. Kami mengapresiasi langkah strategis Kakorlantas Polri dan jajaran,” ujar PPI dalam keterangannya.

Pendekatan Humanis Polisi Lalu Lintas

Sementara itu, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Benny Ario, mengapresiasi arahan Kakorlantas Polri yang menekankan pendekatan humanis kepada petugas di lapangan.

Menurutnya, instruksi agar personel Tim Urai menampilkan sosok polisi lalu lintas yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan publik.

“Pendekatan humanis ini sangat penting, karena masyarakat merasakan langsung kehadiran polisi yang membantu dan melayani,” kata Benny.

Pengamat: Bukti Kehadiran Negara

Pengamat transportasi, Banter Adis, menilai keberhasilan pengelolaan arus mudik Lebaran 2026 sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah strategis Korlantas Polri yang tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan.

“Penerapan one way nasional, contraflow, hingga pengamanan di titik keramaian menunjukkan keseriusan dalam menjaga perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi antarinstansi serta kesiapan personel yang siaga di berbagai pos pengamanan dan pelayanan.

Pengalaman Pemudik: Lebih Lancar dari Tahun Sebelumnya

Kelancaran arus mudik dan balik juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Rosi, pemudik asal Semarang tujuan Cikupa, mengaku perjalanan tahun ini berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari berangkat sampai pulang kena one way, semuanya lancar tanpa hambatan. Bahkan lebih nyaman dibanding beberapa tahun sebelumnya,” ujarnya dikutip dari korlantas.polri.go.id.

Ia juga mengapresiasi kehadiran petugas kepolisian di lapangan yang aktif memantau jalannya rekayasa lalu lintas.

“Di beberapa titik, anggota kepolisian sangat membantu memastikan program berjalan dengan baik,” tambahnya.

Menurut Rosi, pengalaman mudik tahun ini terasa lebih nyaman dan tidak melelahkan meskipun menempuh perjalanan jauh.

Kampanye Mudik Aman, Keluarga Bahagia

Selain rekayasa lalu lintas, keberhasilan pengelolaan arus mudik juga didukung oleh kampanye keselamatan yang digaungkan Korlantas Polri.

Tagline seperti “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dan “Mudik Tertib Ojo Kesusu” dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.

Kampanye tersebut mendorong pemudik untuk lebih tertib, tidak terburu-buru, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan.

Secara keseluruhan, kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi indikator positif keberhasilan Operasi Ketupat.

Pendekatan berbasis data, sinergi lintas sektor, serta kehadiran petugas di lapangan dinilai mampu menjaga stabilitas lalu lintas di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas yang terencana dan terkoordinasi dapat memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Exit mobile version