“Saya menyampaikan apresiasi karena program-program pemerintah di-support, didukung oleh Aptrindo,” ujar Kakorlantas Polri saat itu, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., saat menghadiri Musyawarah Nasional III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Pernyataan ini menegaskan satu hal penting: mewujudkan Indonesia bebas dari praktik Over Dimension Over Load (ODOL) tidak bisa dilakukan sepihak oleh kepolisian, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam rantai transportasi logistik.
Jakarta – Kakorlantas Polri saat itu, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada Aptrindo dalam forum Munas III yang digelar di Jakarta. Baginya, dukungan pelaku usaha truk terhadap program pemerintah menjadi modal penting menuju target Zero ODOL 2027.
Pengemudi, perusahaan angkutan, pemilik barang, regulator, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam mewujudkan budaya transportasi yang lebih aman. Ketika seluruh pihak ini bergerak sendiri-sendiri, penegakan aturan dimensi dan muatan akan selalu terasa seperti beban sepihak bagi pengemudi di lapangan. Namun ketika semua pihak duduk bersama, aturan yang sama justru menjadi kesepakatan kolektif yang lebih mudah diterima dan dijalankan.
Kolaborasi ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Dalam forum yang sama, Agus juga menyinggung agenda perluasan sistem penegakan hukum elektronik ke jalan tol serta integrasi data lintas kementerian sebagai bagian dari upaya memperbaiki transportasi logistik nasional secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi penindakan.
Pelibatan asosiasi pengusaha truk seperti Aptrindo penting karena merekalah yang memahami langsung tantangan di lapangan, mulai dari tekanan biaya operasional, tenggat pengiriman, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung seperti rest area. Tanpa masukan dari pelaku usaha, kebijakan yang dirancang berisiko sulit diterapkan secara realistis, sekalipun tujuannya baik.
Sebaliknya, ketika pelaku usaha turut dilibatkan sejak tahap perumusan kebijakan, kepatuhan terhadap aturan cenderung tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar rasa takut terhadap sanksi. Inilah yang coba dibangun Korlantas Polri lewat pendekatan kolaboratif menjelang penerapan penuh Zero ODOL pada 2027.
Kepemimpinan Korlantas Polri kini diteruskan oleh Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., yang resmi dilantik pada 4 Juli 2026, namun semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini tetap menjadi fondasi menuju budaya transportasi logistik yang lebih aman dan tepercaya bagi seluruh pengguna jalan.

