Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengungkap berbagai strategi yang digunakan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk menjamin kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Lebaran. Dalam program Prime Time News Metro TV pada Rabu (8/4/2026), Agus menekankan bahwa keberhasilan operasi ini didukung oleh kebijakan pemerintah, teknologi pengelolaan lalu lintas, dan pelayanan humanis di lapangan.
Salah satu kebijakan penting adalah penerapan Work from Anywhere (WFA) yang memungkinkan pemudik mengatur waktu keberangkatan secara fleksibel sehingga mampu mengurangi kepadatan di jalan sejak awal. “Dengan Work from Anywhere yang diberlakukan lebih awal, pemudik sudah bisa mencicil perjalanan. Ini sangat membantu mengurai kepadatan,” ujar Kakorlantas.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan program mudik gratis dengan bus dan kereta api untuk menekan jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalan tol dan jalan arteri. Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga selama periode Operasi Ketupat dinilai krusial dalam menjaga kestabilan beban jalan saat penerapan one way nasional. “Ketika one way nasional diterapkan, beban jalan arteri harus dijaga. Maka pembatasan kendaraan sumbu tiga ini sangat penting,” tambah Agus.
Fokus utama Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan adalah memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, sejalan dengan tagline Kapolri “mudik aman, keluarga bahagia”. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif, dengan angka fatalitas korban kecelakaan menurun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pengelolaan lalu lintas, Korlantas mengedepankan pendekatan data driven management dan predictive traffic policing yang melibatkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time, termasuk dari udara. Keputusan rekayasa lalu lintas seperti penerapan one way lokal dan nasional diambil berdasar parameter dan data lapangan yang terukur dan dinamis.
Pengelolaan rest area, yang kerap menjadi titik kepadatan, dilakukan dengan sistem buka tutup serta informasi yang diberikan kepada pengguna jalan. Pemudik pun dianjurkan menggunakan alternatif keluar tol dan beristirahat di wilayah kabupaten atau kota, sekaligus menikmati kuliner lokal guna menghindari kerumunan di rest area.
Selain teknologi, pelayanan di lapangan juga menjadi perhatian utama. Personel diinstruksikan memberikan layanan maksimal dan didukung oleh aplikasi informasi lalu lintas yang membantu pemudik memantau kondisi perjalanan.
Data Korlantas menunjukkan rekor arus mudik tertinggi sepanjang sejarah dengan sebanyak 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta dalam satu hari menuju arah Trans Jawa, Jawa Barat, dan Sumatera. Arus balik juga meningkat 14,65 persen, tetapi masih dapat dikelola dengan baik. Total sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan 3,4 juta kembali selama periode mudik dan balik.
Kakorlantas menggarisbawahi bahwa Operasi Ketupat bukan hanya pengaturan lalu lintas, melainkan kehadiran negara bersama seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat. Indikator keberhasilan juga terlihat dari penurunan angka kecelakaan dan fatalitas.
Pengamanan mencakup lima klaster utama: jalan arteri, jalan tol beserta rest area dan gerbang tol, pelabuhan penyeberangan dan bandara, tempat ibadah, serta lokasi wisata. Teknologi menjadi kunci pengelolaan lalu lintas, dengan setiap rekayasa dilaksanakan berdasar data real time sehingga kepadatan di titik kritis bisa diurai secara cepat.
Survei hasil kerja sama KedaiKopi menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan mudik mencapai 88,8 persen dengan nilai rata-rata 7,18 dari skala 1-10. Kakorlantas menegaskan suksesnya mudik 2026 merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi serta pemanfaatan teknologi canggih.
Strategi efektif lain termasuk pemanfaatan jalan tol fungsional—sekitar 35 persen pergerakan pemudik diarahkan ke jalur ini guna menghindari titik penumpukan seperti Cikampek. Untuk arus balik, jalur alternatif seperti Sadang, Deltamas, dan Setu dipakai untuk menghindari pertemuan arus padat.
Kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), termasuk pembatasan angkutan logistik, juga membantu prioritas perjalanan pemudik agar lebih aman dan nyaman. Pos pengamanan dan pos pelayanan tersebar di berbagai wilayah memastikan rangkaian aktivitas masyarakat, termasuk takbiran dan salat Idulfitri, berjalan lancar tanpa gangguan.
“Operasi Ketupat ini bukan hanya soal pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum spiritual dapat dijalankan dengan aman dan masyarakat sampai tujuan dengan selamat,” tutup Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Sumber : MetroTV












