Setu – Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., melakukan peninjauan kesiapan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan yang akan difungsionalkan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Tinjauan tersebut dilakukan pada Sabtu (7/3/2026) dengan tujuan memastikan bahwa ruas tol fungsional dari Sadang hingga Setu siap digunakan untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya pada periode arus balik.
Agus Suryonugroho menjelaskan terdapat dua titik pekerjaan yang masih dalam tahap penyelesaian, yaitu di KM 16 dan KM 13 ruas Tol Fungsional Sadang–Setu.
Menurutnya, pihak pengelola jalan tol telah menyampaikan bahwa perbaikan pada kedua titik tersebut akan rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan.
“Ada dua titik yang masih dalam perbaikan di KM 16 dan KM 13. Namun dari pihak pengelola jalan tol menyampaikan dalam dua sampai tiga hari ke depan perbaikan tersebut sudah selesai,” ujarnya.
Ruas Tol Fungsional Sadang hingga Setu direncanakan akan membantu mengurai kepadatan kendaraan terutama pada arus balik Lebaran. Sementara itu, ruas Sadang hingga Bojongmangu dapat digunakan pada kedua periode arus mudik dan arus balik.
Selain meninjau kesiapan infrastruktur, Korlantas Polri juga menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas di titik-titik strategis, khususnya di Exit Tol Bojongmangu dan Setu, untuk mengantisipasi potensi kemacetan.
Kakorlantas menyebutkan bahwa ada empat exit tol yang akan difungsikan pada ruas tol tersebut, serta rencana pengalihan kendaraan keluar tol melalui Deltamas jika terjadi peningkatan volume kendaraan.
“Apabila traffic cukup tinggi, nanti akan kita keluarkan ke Deltamas sehingga tidak semuanya keluar di Setu. Manajemen rekayasa lalu lintas di exit tol akan kita kelola berdasarkan kondisi traffic counting saat itu,” jelasnya.
Menurut Kakorlantas, Tol Fungsional Japek II Selatan juga diharapkan dapat menjadi jalur alternatif kendaraan dari Bandung menuju Jakarta, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi jalur utama.
“Japek II Selatan ini nantinya juga dapat mengalihkan arus kendaraan dari Bandung menuju Jakarta yang biasanya melalui Cikampek. Dengan jalur fungsional ini, arus bisa kita kelola melalui dua jalur sehingga dapat mengurangi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek,” tambahnya.
Untuk mengoptimalkan pengelolaan arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri akan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas di ruas tol utama dan fungsional.
Selain itu, potensi kepadatan di titik keluar tol seperti Bojongmangu dan Setu juga diantisipasi melalui pos pengaturan lalu lintas dan sistem traffic counting guna mengatur distribusi kendaraan secara optimal.
Sumber : Korlantas Polri










