Cikampek – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, melakukan peninjauan langsung ke Pos Terpadu KM 57 di wilayah Polda Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan optimal.
Selama peninjauan, Agus menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas masih terkendali meskipun terdapat peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas jalan. Kegiatan ini dilakukan setelahnya ia mendampingi Kapolri dalam memantau kesiapan pengamanan di wilayah Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu Kalikangkung, Jawa Tengah, sembari melanjutkan aktivitas Safari Ramadan.
“Operasi Ketupat tahun ini dikendalikan langsung oleh Kapolri untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan arus mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas Polri.
Agus menjelaskan, dari proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan melintasi jalur Trans Jawa, Jawa Barat, Cikupa, Banten hingga Sumatra, sekitar 28 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Artinya, masih terdapat sekitar 72 persen kendaraan yang sedang dikelola pergerakannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan yang memilih beristirahat di Pos Terpadu Rest Area KM 57 agar dapat memantau langsung pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pak Kapolda. Pak Kapolda ini selama operasi tidurnya di Pos ini. Ini untuk diketahui bersama,” ungkap Agus.
Secara umum, Kakorlantas menegaskan bahwa peningkatan volume kendaraan masih terkendali dengan baik. Ia menilai kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere dan Surat Keputusan Bersama (SKB) efektif dalam membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat, sehingga tidak terjadi konsentrasi keberangkatan dalam satu waktu.
“Dengan adanya Work From Anywhere ini, keberangkatan lebih terurai. Kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk mengelola alur arus lalu lintas,” pungkas Agus Suryonugroho.

