Indonesia membutuhkan sistem logistik yang kuat, dan sistem logistik yang kuat hanya bisa tumbuh dari pengemudi yang profesional serta lingkungan kerja yang mengutamakan keselamatan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., kembali menegaskan semangat menuju Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027 sebagai bagian dari upaya bersama membangun transportasi nasional yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Setiap kendaraan yang beroperasi sesuai standar dimensi dan kapasitas muatan bukan sekadar memenuhi aturan administratif. Kepatuhan ini merepresentasikan upaya lebih besar untuk membangun sistem transportasi nasional yang lebih aman dan efisien, sekaligus melindungi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi distribusi logistik di seluruh Indonesia.
Perjalanan menuju target ini tidak berhenti pada penegakan hukum semata. Pendahulu Wibowo, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., telah meletakkan fondasi penting dengan menegaskan berulang kali bahwa keberhasilan program ini bergantung pada peran aktif semua pihak, termasuk masyarakat luas sebagai pengguna jalan sehari-hari. “
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya dalam salah satu kesempatan menyampaikan pesan keselamatan kepada publik.
Fondasi inilah yang kini diteruskan Wibowo sejak resmi dilantik sebagai Kakorlantas Polri pada 4 Juli 2026. Ia terus menggaungkan prinsip bahwa keselamatan lalu lintas adalah kerja kolektif, bukan tanggung jawab satu pihak.
“Tidak ada keberhasilan lalu lintas itu karena satu orang, satu kementerian, atau satu instansi. Keberhasilan itu karena semua kementerian, semua stakeholder terkait, pemerintah daerah, termasuk masyarakat itu sendiri,” tegasnya, mengusung semangat “Semua Karena Kita” yang menjadi ciri khas kepemimpinannya.
Ajakan ini relevan karena keselamatan di jalan raya bukan tanggung jawab yang bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum atau pengemudi angkutan barang saja. Setiap pengguna jalan, dari pengendara motor hingga pejalan kaki, memikul peran dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan saling menghormati—prinsip yang terus ditekankan Wibowo dalam menjalankan agenda Korlantas Polri ke depan.
Sepanjang tujuh hari narasi kampanye ini bergulir, benang merah yang konsisten muncul adalah bahwa pengemudi angkutan barang bukan sekadar operator kendaraan, melainkan penggerak nyata roda perekonomian yang layak mendapat perhatian sekaligus perlindungan.
Dari data kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat, kisah pengemudi yang menjaga kondisi tubuh tetap prima, hingga aksi heroik seorang sopir truk yang menyelamatkan pengguna jalan lain, semuanya menegaskan satu hal: keselamatan dan profesionalisme berjalan beriringan.
Di bawah kepemimpinan Wibowo, estafet program transformasi menuju Indonesia yang bebas dari praktik ODOL terus berlanjut tanpa jeda. Ia memastikan agenda ini bukan proyek satu periode kepemimpinan, melainkan komitmen berkelanjutan yang harus terus dikawal hingga target 2027 tercapai.
Keselamatan bukan penghambat produktivitas, melainkan fondasi bagi produktivitas yang berkelanjutan. Semangat inilah yang terus diperjuangkan Wibowo bersama seluruh pemangku kepentingan menuju sistem logistik nasional yang semakin andal.

