Korps Lalu Lintas Polri menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya para pemudik Lebaran. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa fokus utama operasi tahunan ini adalah menjamin perjalanan mudik berjalan aman dan nyaman. “Operasi Ketupat itu operasi kemanusiaan, jadi yang paling terpenting adalah keselamatan. Oleh sebab itu tagline dari Bapak Kapolri Operasi Ketupat 2026 adalah mudik aman, keluarga bahagia,” ujar Agus pada Senin (6/4/2026).
Pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pakar transportasi. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap manajemen rekayasa lalu lintas mencapai 94,25 persen, mengindikasikan strategi pengaturan lalu lintas yang diterapkan efektif dalam mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Pengamat kebijakan publik, Tulus Abadi, menyatakan keberhasilan operasi ini tidak hanya terlihat dari tingkat kepuasan masyarakat tetapi juga penurunan angka kecelakaan. “Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan hingga 30 persen. Ini menunjukkan pengamanan dan pelayanan kepada pemudik berjalan efektif,” jelasnya.
Transformasi digital menjadi kunci dalam pengambilan keputusan di lapangan. Korlantas Polri memanfaatkan teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui sistem traffic counting. Agus menekankan bahwa pendekatan berbasis data menjadi langkah penting agar intervensi rekayasa lalu lintas dapat dilakukan tepat waktu dan efektif. “Transformasi digital itu sebuah keniscayaan. Kita tidak hanya mengandalkan prediksi, tetapi menggunakan data nyata di lapangan untuk menentukan langkah,” paparnya.
Peningkatan volume kendaraan pada arus mudik tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya menjadi alasan utama pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lalu lintas. Keberhasilan Operasi Ketupat 2025 dijadikan pijakan untuk menyusun strategi tahun ini, dengan melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki aspek yang perlu ditingkatkan.
Prioritas utama dalam Operasi Ketupat 2026 meliputi kelancaran lalu lintas, keselamatan pemudik, serta adaptivitas dalam pengambilan keputusan berbasis data (data-driven management). Agus menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil. “Keselamatan adalah yang paling utama karena ini operasi kemanusiaan. Selain itu, kita juga harus adaptif dalam menentukan kapan melakukan rekayasa lalu lintas dengan dukungan teknologi,” katanya.
Manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan meliputi pengaturan arus kendaraan, sistem satu arah (one way), serta pengalihan jalur pada titik-titik rawan kemacetan. Pendekatan ini berhasil mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama mudik dan mempercepat waktu tempuh perjalanan.
Keberhasilan ini memperkuat pentingnya kolaborasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas instansi dalam pengelolaan arus mudik nasional. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan khususnya selama momentum mudik Lebaran, yang menjadi perhatian nasional.
Operasi Ketupat bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan juga refleksi upaya negara menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ke depan, integrasi teknologi dan pendekatan berbasis data diharapkan terus memperkuat sistem manajemen lalu lintas di Indonesia, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan kepuasan masyarakat terus meningkat.

