Jakarta – Dalam langkah strategis mengurai benang kusut permasalahan kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL), Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menerima kunjungan para pengurus asosiasi pengemudi dari berbagai wilayah signifikan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah. Pertemuan yang berlangsung di NTMC Polri, Kamis (8/1), menjadi titik temu dialog intensif dan strategis antara aparat penegak hukum dan pelaku lapangan angkutan logistik.
Dalam konteks historis, permasalahan ODOL bukan semata soal teknis, melainkan juga merupakan isu kompleks yang menyentuh aspek keselamatan, regulasi, dan kepatuhan pengemudi yang selama ini masih sering terabaikan. Disinilah peran sinergi antara Kementerian Perhubungan, Korlantas, dan asosiasi pengemudi menjadi sangat kunci. Agus Suryonugroho menyatakan, “Kami berterima kasih atas kolaborasi yang telah terbentuk, langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan seluruh pemangku kepentingan adalah fondasi kuat untuk mencapai target Zero Over Dimension dan Overload pada tahun 2027.”
Pernyataan ini menjadi sangat signifikan terutama melihat latar waktu yang tidak lama lagi akan memasuki masa Operasi Ketupat, yang diharapkan menjadi momen krusial penguatan budaya keselamatan berlalu lintas. Agus menambahkan, “Kami juga minta dukungan para pengemudi supaya pelaksanaan Operasi Ketupat dapat berjalan optimal, dengan kontribusi nyata dari semua pihak untuk keselamatan di jalan.”
Di sisi lain, Suroso selaku Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Independent Nasional, turut menyuarakan apresiasi atas perhatian Kakorlantas Polri kepada komunitas angkutan logistik. “Terima kasih kepada Bapak Kakorlantas yang telah meluangkan waktu berdialog dengan kami dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, Surabaya, hingga Kalimantan Tengah. Kami mendukung penuh upaya menuju keselamatan transportasi dan bersinergi untuk target zero 2027,” ujar Suroso.
Terkait dengan dinamika pengamanan lalu lintas, Suroso juga mengklaim kelancaran pelaksanaan Operasi Lilin Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai tanda koordinasi yang semakin mantap. “Kami mewakili rekan-rekan pengemudi sangat mengapresiasi kelancaran di masa Nataru dan Operasi Lilin kemarin,” tambahnya.
Menutup dialog, Suroso menyampaikan harapannya agar institusi Polri semakin solid dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, demi orientasi utama terciptanya keselamatan berlalu lintas. “Kami sangat mendukung, semoga Polri ke depan menjadi lebih baik, kompak, dan semakin mampu melindungi serta melayani masyarakat,” pungkasnya.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa sinergi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan cerminan sebuah kesadaran kolektif sekaligus momentum reformasi budaya lalu lintas Indonesia. Pemerintah dan para pengemudi angkutan logistik berada pada titik krusial untuk mengatasi problematika ODOL yang telah lama menjadi akar kecelakaan dan kemacetan. Jika momentum ini berhasil dijaga dan dipertahankan, bukan tidak mungkin target 2027 akan menjadi milestone penting dalam perjalanan keselamatan jalan raya nasional.










