Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Agus Suryonugroho, berbagi pengalaman saat menjalankan operasi ketupat selama dua tahun berturut-turut, yaitu Operasi Ketupat 2025 dan 2026. Ia mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi tersebut, dirinya hampir tidak pernah tidur.
“Beliau (media) baru tahu kalau Kakorlantas selama operasi itu tidak pernah tidur,” ujar Irjen Agus saat menggelar acara silaturahmi bersama media di GOR Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Irjen Agus menegaskan bahwa tidak adanya hari libur maupun waktu istirahat adalah bagian dari tugas negara yang dianggap sebagai suatu kehormatan.
“Jadi tidak ada libur, tidak ada istirahat, karena tugas adalah kehormatan, ini tugas negara yang harus kita amankan,” ungkapnya.
Selain itu, Irjen Agus juga menyampaikan apresiasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Dalam kesempatan itu, Kapolri menanyakan apakah keberhasilan operasi di tahun 2025 dapat dipertahankan. Menanggapi hal tersebut, Irjen Agus berjanji Operasi Ketupat 2026 akan lebih baik.
“Saya ditanya sama Pak Kapolri, ‘Pak Kakor, tahun 2025 itu berhasil dengan baik, bisa nggak dipertahankan?’. ‘Mohon izin, Pak Kapolri, saya tidak bisa mempertahankan, yang saya bisa adalah meningkatkan’,” jelasnya.
Kakorlantas menjelaskan bahwa kesuksesan Operasi Ketupat 2026 disebabkan oleh koordinasi yang optimal antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan media. Meski arus mudik tahun 2026 mencatat jumlah tertinggi sepanjang sejarah, situasi lalu lintas masih dapat dikendalikan dengan baik.
“Jadi, alhamdulillah, di Operasi Ketupat 2026 ini juga kita bisa menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia sebesar 31,39 persen. Ini angka yang luar biasa. Termasuk juga bisa menurunkan angka peristiwa kecelakaan sebesar 5,31 persen. Ini bagian daripada indikator-indikator,” pungkasnya.










