Jakarta — Penurunan angka fatalitas kecelakaan hingga 31 persen pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini. Capaian ini menunjukkan keberhasilan strategi pengelolaan lalu lintas yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis data.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum. menegaskan bahwa pendekatan berbasis data merupakan faktor utama dalam menekan angka kecelakaan di jalan. “Pendekatan berbasis data yang presisi, dipadukan dengan pelayanan humanis, menjadi kunci Polantas dalam menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Irjen Agus.
Rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama Operasi Ketupat 2026 mencakup contraflow, one way sepenggal, hingga one way nasional. Kebijakan ini tidak dilakukan secara spontan melainkan berdasarkan analisis data lalu lintas secara real-time, sehingga kepadatan kendaraan dapat diantisipasi sebelum mencapai titik kritis. Dengan sistem ini, arus kendaraan tetap bergerak lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas Polri juga memanfaatkan teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), CCTV, dan drone untuk memantau kondisi jalan secara langsung. Data dari berbagai sumber dikumpulkan di pusat kendali untuk dianalisis dengan cepat dan akurat. Dukungan teknologi ini membuat pengambilan keputusan di lapangan lebih presisi, tidak lagi hanya berdasarkan intuisi tapi data konkret.
Irjen Agus menegaskan bahwa tujuan utama seluruh strategi tersebut adalah untuk menjaga keselamatan masyarakat. “Kami tidak hanya mengatur lalu lintas, tapi memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, dan bermakna,” ujarnya. Pengelolaan arus mudik menurutnya bukan sekadar mengurai kemacetan, tetapi memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam Operasi Ketupat 2026. Petugas tidak hanya mengatur arus kendaraan tetapi juga membantu masyarakat memberikan informasi dan menangani kondisi darurat. Kombinasi sistem yang kuat dan pelayanan humanis menjadi faktor utama keberhasilan operasi di tahun ini.
Penurunan fatalitas hingga 31 persen menjadi bukti bahwa strategi yang diterapkan efektif. Angka ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas yang terencana dan berbasis data berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Di balik angka tersebut, fokus utama adalah menyelamatkan nyawa, membuktikan bahwa pendekatan tepat dapat meningkatkan keselamatan di jalan secara signifikan.











